Sabtu, 19 Maret 2011

Tugas Softskill 2

Pengertian Permintaan dan Penawaran
Dalam ekonomi terdapat permintaan (demand) dan penawaran (supply) yang saling bertemu dan membentuk satu titik pertemuan dalam satuan harga dan kuantitas (jumlah barang). Setiap transaksi perdagangan pasti ada permintaan, penawaran, harga dan kuantitas yang saling mempengaruhi satu sama lain.
Arti Definisi Permintaan dan Penawaran
Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Sedangkan pengertian penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu.
Contoh permintaan adalah di pasar kebayoran lama yang bertindak sebagai permintaan adalah pembeli sedangkan penjual sebagai penawaran. Ketika terjadi transaksi antara pembeli dan penjual maka keduanya akan sepakat terjadi transaksi pada harga tertentu yang mungkin hasil dari tawar-menawar yang alot.
Hukum Permintaan dan Hukum Penawaran
Jika semua asumsi diabaikan (ceteris paribus) : Jika harga semakin murah maka permintaan atau pembeli akan semakin banyak dan sebaliknya. Jika harga semakin rendah/murah maka penawaran akan semakin sedikit dan sebaliknya.
Semua terjadi karena semua ingin mencari kepuasan (keuntungan) sebesar-besarnya dari harga yang ada. Apabila harga terlalu tinggi maka pembeli mungkin akan membeli sedikit karena uang yang dimiliki terbatas, namun bagi penjual dengan tingginya harga ia akan mencoba memperbanyak barang yang dijual atau diproduksi agar keuntungan yang didapat semakin besar. Harga yang tinggi juga bisa menyebabkan konsumen/pembeli akan mencari produk lain sebagai pengganti barang yang harganya mahal.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan (Demand)
1. Perilaku konsumen / selera konsumen
Saat ini handphone blackberry sedang trend dan banyak yang beli, tetapi beberapa tahun mendatang mungkin blackberry sudah dianggap kuno.
2. Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap
Jika roti tawar tidak ada atau harganya sangat mahal maka meises, selai dan margarin akan turun permintaannya.
3. Pendapatan/penghasilan konsumen
Orang yang punya gaji dan tunjangan besar dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya agar jarang beli.
4. Perkiraan harga di masa depan
Barang yang harganya diperkirakan akan naik, maka orang akan menimbun atau membeli ketika harganya masih rendah misalnya seperti bbm/bensin.
5. Banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen
Ketika flu burung dan flu babi sedang menggila, produk masker pelindung akan sangat laris. Pada bulan puasa (ramadhan) permintaan belewah, timun suri, cincau, sirup, es batu, kurma, dan lain sebagainya akan sangat tinggi dibandingkan bulan lainnya.

Penentuan Harga Keseimbangan
Harga keseimbangan atau harga ekuilibrium adalah harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga.
Harga keseimbangan atau harga pasar (Equilibrium Price) adalah tinggi rendahnya tingkat harga yang terjadi atas kesepakatan antara produsen/penawaran dengan konsumen
atau permintaan.
Pada harga keseimbangan produsen/penawaran bersedia melepas barang/jasa,
sedangkan permintaan/konsumen bersedia membayar harganya. Dalam kurva harga
keseimbangan terjadi titik temu antara kurva permintaan dan kurva penawaran, yang
disebut Equilibrium Price.
harga keseimbangan terjadi apabila proses penawaran dan permintaan berjalan seimbang
Keseimbangan harga merupakan titik temu antara permintaan dan penawaran yang
merupakan proses alami mekanisme pasar. Permintaan/pembeli berusaha untuk mendapatkan barang/jasa yang baik dengan harga yang murah, sedangkan penawaran/penjual berusaha untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Akibat dari tarik-menarik/tawar-menawar antara permintaan dan penawaran, maka akan tercapai titik temu yang disebut keseimbangan harga.
Masalah harga berhubungan dengan barang ekonomis, sebab barang ekonomis adanya langkah dan berguna dan untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan uang dengan bantuan harga. Harga adalah perwujudan nilai tukar atas suatu barang/jasa yang dinyatakan uang. Oleh karena itu harga merupakan nilai tukar obyektif atas barang/jasa dan nilai tukar obyektif itu sendiri adalah harga pasar atau harga keseimbangan. Harga pasar tidak terbentuk secara otomatis akan tetapi melalui suatu proses mekanisme pasar yakni tarik menarik antara kekuatan pembeli dengan permintaannya dan kekuatan penjual dengan.penawarannya.
Berdasarkan pengertian tersebut maka harga keseimbangan dapat di tarik kesimpulan adalah suatu tingkat harga yang telah disepakati oleh pembeli dan penjual di pasar. Harga keseimbangan ditunjukkan oleh titik temu antara kurva permintaan yang merupakan keinginan para pembeli dan kurva penawaran yang yang merupakan kehendak para penjual.

Tugas Softskill 1

DEFINISI EKONOMI SECARA UMUM
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas.
Kata "ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani (oikos) yang berarti keluarga, rumah tangga" dan (nomos) yang artinya "peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai aturan rumah tangga atau manajemen rumah tangga.
A. Definisi Ekonomi Menurut Para Ahli
a. Menurut MEL VILYE J ULMER :
Ilmu Ekonomi, yaitu ilmu pengetahuan tentang kegiatan-kegiatan manusia yang berhubungan dengan proses produksi, distribusi dan konsumsi.
b. Menurut OSCAR LANGEN :
Ilmu Ekonomi, yaitu mempelajari tata administrasi dari resources sedemikian rupa sehingga dapat digunakan bagi kehidupan manusia sebaik-baiknya.
c. Menurut ALBERT L MEYERS :
Ilmu Ekonomi, yaitu ilmu pengetahuan yang mempersoalkan kebutuhan dan pemuas kebutuhan manusia.
d. Menurut PROF. DR. J.L. MEY JR. :
Ekonomi, yaitu ilmu pengetahuan yang mempelajari usaha manusia kearah kemakmuran.
e. Menurut LIONEL ROBBINS :
Ekonomi, yaitu ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia dalam hubungannya pemenuhan kebutuhan yang langka.
f. Menurut FRANK KNIFHT :
Studi mengenai ilmu ekonomi, yaitu studi mengenai cara bertindak ekonomis.
g. Menurut HENNIPMAN :
Bagian terbesar dari pada teori ekonomi, terutama teori nilai, bertugas untuk menganalisa manusia dan reaksinya dalam kehidupan ekonomi.
h. Menurut DR. SOELISTIJO, MBA :
Ilmu Ekonomi, yaitu ilmu yang mempelajari bagaimana orang dan masyarakat menentukan pilihan mengenai penggunaan sumber daya yang langka dan mempunyai kemungkinan penggunaan alternatif untuk menghasilkan berbagai barang dan jasa serta mendistribusikannya untuk konsumsi berbagai-bagai orang dan kelompok orang yang terdapat dalam masyarakat, baik kini maupun masa datang dan dengan menggunakan uang ataupun tidak.


MASALAH POKOK DALAM EKONOMI DAN CARA MENGATASINYA
A. KEBUTUHAN MANUSIA
Pada dasarnya, manusia bekerja mempunyai tujuan tertentu, yaitu memenuhi kebutuhan. Kebutuhan tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari. selama hidup manusia membutuhkan bermacam-macam kebutuhan, seperti makanan, pakaian, perumahan, pendidikan, dan kesehatan. Kebutuhan dipengaruhi oleh kebudayaan, lingkungan, waktu, dan agama. Semakin tinggi tingkat kebudayaan suatu masyarakat, semakin tinggi / banyak pula macam kebutuhan yang harus dipenuhi.
B. KELANGKAAN
Sumber daya alam dan jumlahnya sangat terbatas. Bahkan, SDA tersebut berangsur-angsur berkurang, bahkan akan habis dalam memenuhi kebutuhan manusia. Oleh karena itu, mengakibatkan kelangkaan. Jadi, kelangkaan adalah terbatasnya macam dan SDA yang ada untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Kelangkaan SDA tersebut disebabkan hal-hal sebagai berikut:
1. Keterbatasan SDA
Alam merupakan pemberian Tuhan Yang Maha Esa, tidak semua pemberian alam dapat berlangsung dikonsumsi maupun direproduksi. Oleh karena itu, manusia dituntut dapat memanfaatkan SDA sebaik-baiknya.
2. Bencana alam
Bencana alam merupakan peristiwa yang tidak dikehendaki manusia. Namun, dalam kenyataannya hal ini terjadi, akibatnya merusak SDA dan mengancam kehidupan manusia.
3. Pertumbuhan penduduk
Penduduk bertambah menurut deret ukur, sedangkan perekonomian bertambah menurut deret hitung. Artinya, apabila penduduk dibiarkan secara alami, niscayaakan terjadi ketidakseimbangan antara jumlah penduduk dan SDA yang ada.
4. Perlambatan penerimaan teknologi
Penemuan teknologi dapat menghambat penggunaan sumber daya. Semakin lambat ditemukan teknologi berarti semakin besar kemungkinan terjadi pemborosan penggunaan SDA
5. Ketidaksabaran manusia
Banyak kegiatan yang dilakukan manusia karena ketidaksabarannya dapat berakibat berkurangnya SDA
6. Terbatasnya kemampuan produsen
Tidak semua keinginan konsumen terpenuhi oleh produsen, hal ini disebabkan oleh terbatasnya faktor-faktor produksi yang ada.
C. MASALAH POKOK EKONOMI
Dalam memenuhi kebutuhannya, manusia dihadapkan pada berbagai masalah. Hal ini dimungkinkan karena jumlah dan macam kebutuhan manusia tidak terbatas. Masalah pokok ekonomi yang dihadapi manusia dibedakan menjadi dua macam, yaitu masalah bagi produsen dan konsumen.

D. HILANGNYA KESEMPATAN KERJA
Produksi merupakan kegiatan untuk menambah atau meningkatkan nilai guna barang/jasa. Usaha melakukan produksi memerlukan tenaga kerja. Jadi, dengan adanya kegiatan produksi akan menambah adanya kesempatan kerja bagi angkatan kerja.
Namun, dengan adanya kemajuan teknologi seperti adanya mekanisasi atau komputerisasi dapat mengakibatkan hilangnya kesempatan kerja. Begitu juga perubahan sistem produksi dari efisiensi tenaga kerja menjadi efisiensi modal. Jadi, faktor yang dapat menyebabkan hilangnya kesempatan kerja adalah berhenti dan berpindahnya kegiatan produksi, adanya mekanisasi dan komputerisasi serta produksi dengan sistem efisiensi modal.
E. MASALAH POKOK EKONOMI
Masalah pokok ekonomi dapat dibedakan menjadi dua macam di golongan masyarakat yang berbeda.
A. Masyarakat tradisional, masalah pokok ekonomi yang ada yaitu:
1. produksi
2. konsumsi
3. distribusi
B. Masyarakat modern, malah pokok ekonominya yaitu :
1. barang apa yang akan di produksi ( What )
2. bagaimana cara memproduksi barang ( How )
3. untuk siapa barang tersebut di produksi ( For Whom )


 JENIS-JENIS SISTEM PEREKONOMIAN YANG ADA DI DUNIA
1. kapitalisme
Kapitalisme adalah suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Demi prinsip tersebut, maka pemerintah tidak dapat melakukan intervensi pasar guna keuntungan bersama. Walaupun demikian, kapitalisme sebenarnya tidak memiliki definisi universal yang bisa diterima secara luas.
Beberapa ahli mendefinisikan kapitalisme sebagai sebuah sistem yang mulai berlaku di Eropa pada abad ke-16 hingga abad ke-19, yaitu pada masa perkembangan perbankan komersial Eropa di mana sekelompok individu maupun kelompok dapat bertindak sebagai suatu badan tertentu yang dapat memiliki maupun melakukan perdagangan benda milik pribadi, terutama barang modal, seperti tanah dan manusia guna proses perubahan dari barang modal ke barang jadi. Untuk mendapatkan modal-modal tersebut, para kapitalis harus mendapatkan bahan baku dan mesin dahulu, baru buruh sebagai operator mesin dan juga untuk mendapatkan nilai lebih dari bahan baku tersebut.

Komentar ::
Dari materi yang ada diatas dapat kita ketahui bahwa Ekonomi memiliki nilai sejarah yang tinggi untuk kemajuan sebuah bangsa atau kehidupan kita sebagai manusia, dapat dibaca dari definisi ekonomi, masalah pokok dalam ekonomi dan cara mengatasinya dan juga jenis-jenis ekonomi yang ada di dunia yang sudah saya ambil dari berbagai sumber, saya baru mengetahui kalau ekonomi itu sangat berpengaruh besar. Banyak peristiwa yang terjadi hanya gara-gara sebuah masalah ekonomi misalnya cerdasnya seorang individu yang dapat berfikir untuk membuat sebuah usaha dari prinsip ekonomi dan perlahan namun pasti individu itu malah dapat menciptakan lapangan usaha baru.
Begitulah kesimpulan yang dapat saya jelaskan dari materi diatas.

Minggu, 09 Januari 2011

TUGAS 4


KEKUASAAN DAN POLITIK
Kekuasaan menurut saya adalah sebuah aspek kehidupan yang sangat penting, dimana dengan seseorang yang memiliki kekuasaan orang itu jelas akan bisa melakukan apa saja yang dia inginkan. Seperti contohnya adalah hukum yang terkenal disekitar kita yaitu HUKUM RIMBA, orang yang kuat dan berkuasa orang itu kelak yang dapat bertahan hidup.
Pada nyatanya memang seperti itu orang akan dapat dihargai apabila dia memiliki kekuasaan, entah di tempatnya bekerja, di tempatnya tinggal, pada dasarnya orang yang memiliki kekuasaan adalah orang yang memiliki materi yang berlimpah.
Dan orang yang tidak memilki kekuasaan akan menjadi budaknya.
Saya bukan pro terhadap orang yang memiliki kekuasaan hanya saja, saya berfikir bagaimana manusia tidak dibeda-bedakan lagi hanya dengan kekuasaan yang ia miliki. Namun yang terjadi saat ini dan di Negara ini memang seperti itu.
Dan bagaimana berpengaruhnya kekuasaan dan politik saat ini?
Ya. Kekuasaan dan politik saling berkaitan saat ini, bagi dia yang memiliki kekuasaan, akan sangat mudah baginya untuk menciptakan politik yang sesuai dengan keinginannya.
Walaupun sebenarnya, menurut yang saya tau setiap warga Negara bebas untuk berpolitik secara jujur dan adil. Tapi untuk saat ini politik akan menjadi milik orang yang memiliki kekuasaan.
Dia akan dengan sangat mudahnya menampung ratusan orang untuk memilihnya hanya dengan sebuah kekuasaan.
Entah benar atau tidak teori saya diatas, hanya saja saya menulis ini sesuai dengan apa yang terjadi di masyarakat saat ini… ini adalah sebuah pendapat yang kebenarannya tidak bisa dipertanggung jawabkan.

TUGAS 3


KOMUNIKASI

Komunikasi dirumuskan sebagai suatu proses penyampaian pesan/informasi diantara beberapa orang. Karenanya komunikasi  melibatkan  seorang pengirim, pesan/informasi saluran dan penerima pesan yang mungkin juga memberikan umpan balik kepada pengirim untuk menyatakan bahwa pesan telah diterima. Komunikasi adalah suatu yang sangat penting dalam kehidupan manusia karena manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Dalam berkomunikasi seseorang harus memiliki dasar sebagai berikut; niat, minat, pandangan, lekat, libat. Dalam proses komunikasi kita juga harus ingat bahwa ada hambatan yaitu baik dari pengirim, saluran, penerima  dan umpan balik serta hambatan  fisik  dan psikologis.
Tujuan komunikasi adalah  berhubungan  dan mengajak dengan orang lain untuk mengerti apa yang kita sampaikan  dalam mencapai tujuan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan dalam bekerja sama dengan orang lain. Ada dua jenis komunikasi,  yaitu verbal dan non verbal, komunikasi verbal meliputi kata-kata yang diucapkan  atau tertulis, sedangkan komunikasi non verbal meliputi bahasa tubuh. Menurut bentuk komunikasi, ada yang disebut komunikasi satu arah  dan komunikasi dua arah. Komunikasi satu arah berarti  sebuah pesan  dikirim dari pengirim  ke penerima  tanpa ada umpan balik. Komunikasi dua arah  terjadi bila pengiriman pesan dilakukan dan mendapatkan  umpan balik. Komunikasi berdasarkan  besarnya sasaran terdiri  dari komunikasi  massa, komunikasi kelompok, dan komunikasi perorangan. Sedangkan komunikasi berdasarkan arah pesan  terbagi atas; komunikasi satu arah dan komunikasi timbal balik.
Contoh komunikasi pada jaman sekarang meliputi jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Yahoo Messenger ditambah lagi dengan produk Blackberry (BB).
Karena semakin majunya teknologi informasi dan komunikasi semua orang terpacu untuk lebih mengikuti trend jaman sekarang. Mereka seolah-olah hidup didunianya sendiri atau lebih dikenal dengan autis, walaupun tidak semua orang mengamini teori tadi, tapi pada nyatanya kemajuan teknologi memang berdampak seperti itu.
Sisi positifnya dengan teknologi jaman sekarang adalah kita semakin cerdas dan cepat dalam mengakses berita dan peristiwa yang terjadi disekitar kita atau yang jauh sekalipun.

Rabu, 20 Oktober 2010

TUGAS 2

KONFLIK

Manusia hidup didunia pasti mengalami suka duka, pahit manis kehidupan… salah satu hal yang membuat hidup terasa pahit atau tidak nyaman mungkin karena kita memiliki konflik dengan diri kita sendiri ataupun dengan orang-orang sekitar kita.

Tidak akan pernah ada manusia yang hidupnya datar-datar saja, tanpa memiliki masalah, kita pasti pernah atau akan menghadapi konflik dalam hidup kita.

Agar lebih jelas, dibawah ini akan kita jelaskan apa itu konflik, factor penyebab konflik, jenis-jenis konflik dan akibat dari konflik itu sendiri.

Definisi Konflik

Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.

Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan dibawasertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.

Konflik bertentangan dengan integrasi. Konflik dan Integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik.

Ada tiga teori konflik yang menonjol dalam ilmu sosial. Pertama adalah teori konflik C. Gerrtz, yaitu tentang primodialisme, kedua adalah teori konflik Karl. Marx, yaitu tentang pertentangan kelas, dan ketiga adalah teori konflik James Scott, yaitu tentang Patron Klien.

Faktor penyebab konflik

§ Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.

§ Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda.

§ Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok.

§ Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.

Jenis-jenis konflik

Menurut Dahrendorf, konflik dibedakan menjadi 4 macam :

§ konflik antara atau dalam peran sosial (intrapribadi), misalnya antara peranan-peranan dalam keluarga atau profesi (konflik peran (role))

§ konflik antara kelompok-kelompok sosial (antar keluarga, antar gank).

§ konflik kelompok terorganisir dan tidak terorganisir (polisi melawan massa).

§ konflik antar satuan nasional (kampanye, perang saudara)

§ konflik antar atau tidak antar agama

§ konflik antar politik.

Akibat konflik

Hasil dari sebuah konflik adalah sebagai berikut :

§ meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok (ingroup) yang mengalami konflik dengan kelompok lain.

§ keretakan hubungan antar kelompok yang bertikai.

§ perubahan kepribadian pada individu, misalnya timbulnya rasa dendam, benci, saling curiga dll.

§ kerusakan harta benda dan hilangnya jiwa manusia.

§ dominasi bahkan penaklukan salah satu pihak yang terlibat dalam konflik.

§ Pengertian yang tinggi untuk hasil kedua belah pihak akan menghasilkan percobaan untuk mencari jalan keluar yang terbaik.

§ Pengertian yang tinggi untuk hasil kita sendiri hanya akan menghasilkan percobaan untuk "memenangkan" konflik.

§ Pengertian yang tinggi untuk hasil pihak lain hanya akan menghasilkan percobaan yang memberikan "kemenangan" konflik bagi pihak tersebut.

§ Tiada pengertian untuk kedua belah pihak akan menghasilkan percobaan untuk menghindari konflik.

Contoh Konflik

Adapun salah satu contoh konflik yang seri kita temui adalah konflik antar individu. Yaitu konflik antar saudara kandung, terjadi ketika dua anak atau lebih yang memiliki hubungan saudara dalam waktu bersamaan terlibat perilaku oposisional, yang secara perilaku ditandai oleh tindakan-tindakan seperti pertengkaran, perkelahian, penentangan, perlawanan, penolakan, keberatan, dan protes. Konflik antar saudara kandung juga mencakup perbedaan pendapat tentang pemakaian sumber daya keluarga seperti mainan, televisi, telepon, sampai masalah pacar. Contoh diatas merupakan satu contoh konflik sederhana, tapi apabila kita amati banyak sekali konflik yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari kita sebagai manusia biasa.

Strategi pemecahan dari konflik diatas adalah sebuah komonikasi yang baik dari kedua saudara tersebut, dan sikap saling menghargai dan keterbukaan yang harus terjalin dari tiap individu, karena setiap individu memiliki watak, latar belakang dan tujuan yang berbeda.

Rabu, 29 September 2010

TUGAS 1

Budaya Berorganisasi

Budaya Organisasi
Oleh: Ansyari Novan Triady


1.1 Definisi Budaya dan Organisasi
Ketika seseorang menilik bahasan kebudayaan, maka seolah akan hanyut dalam sebuah bidang yang luasnya seolah-olah tidak ada batasanya, sehingga sukar sekali untuk mendapatkan batasan pengertian atau pemaknaan yang lugas dan rinci mencakup segala sesuatu yang seharusnya masuk dalam kajian tersebut.
Kata kebudayaan itu sendiri jalmaan dari kata “buddayah” dari bahasa sansekerta yang merupakan bentuk jamak dari kata “budhi” yang berarti budi dan akal. Sedangkan kata “culture”berasal dari bahasa latin yaitu “colore”yang mempunyai arti mengolah atau mengerjakan. Dari asal arti kata “colore” tersebut kemudian menjalma menjadi kata “culture”.
Schein membahaskan budaya adalah sebagai satu kesatuan dan seluruhan yang komplek yang mencakup pengetahuan, kepercayaan kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan dan kebiasaan anggota masyarakat.
Sifat dari budaya yang berkesinambungan tersebut dan hadir disemua lini kehidupan mengakibatkan budaya meliputi semua penetapan perilaku yang dapat diterima selama satu fase kehidupan tertentu. Budaya juga terbentukdari struktur fisik serta lingkungan sosial yang mempengaruhi kehidupan kita. Sedangkan pengaruh dari budaya itu sendiri terhadap kehidupan kita sebagaian besar tidak kita disadari.
Walaupun sulit memaknai secara tegas, untuk dapat memahami apa yang dimaksud dengan budaya organisasi ada beberapa “batasan” atau pernyataan yang dapat membantu penyamaan persepsi, atau setidaknya pemahaman mengenai budaya organisasi: ketika orang-orang bergabung dalam suatu organisasi, mereka membawa atribut nilai-nilai dan kepercayaan yang sudah diajarkan kepada mereka sebelumnya. Tetapi kerapkali “bekal / uang saku”ini tidak cukup menjadi modal seseorang untuk bisa survive dalam sebuah ruang organisasi. Orang perlu belajar menegnai nilai-nilai dan kepercayaan yang berlaku terjabar di dalam organisasi.
Budaya organisasi diciptakan dan dikembangkan oleh para para pimpinan sehingga hubungan budaya organisasi dengan kepemimpinantidak dapat saling dipisahkan, mereka
1.1.1 Hubungan Antara Budaya Dengan Organisasi
Budaya merupakan sistem dari aturan informal yang menunjukkan bagaimana orang-orang didalamnya berperilaku pada sebagian besar waktunya dalam organisasi. Dengan kata lain budaya organisasi sebagai suatu sistem makna bersama yang dianut oleh anggota-anggota yang membedakan organisasi tersebut dengan organisasi yang lain. Makna itu mewakili suatu persepsi bersama yang dianut oleh anggota-anggota organisasi tersebut, yang menyangkut aturan-aturan dan larangan-larangan yang menentukan bagaimana para anggota akan bertindak antara satu terhadap lainnya dan terhadap orang luar organisasi.
Dari semua penjabaran diatas, terlihat jelas betapa amat kompleksnya keterkaitan antara budaya organisasi dengan problematika organisasi. Demikian halnya dengan definisi budaya organisasi yang beragam, namun ada dua benang merah dari pemahaman budaya organisasi yaitu stabilitas dan integrasi.
Budaya juga terhubung erat dalam kerangka organization development, yang terkait erat dengan program intervensi keorganisasian, struktur organisasi dan pada akhirnya menyentuh aktivitas perencanaan SDM, pengembangan, pendidikan dan pelatihan agar SDM memiliki nilai budaya yang kuat, adaptif, dan sesuai dengan tuntutan “dunia terkait”. Selain stabilitas struktur dan integrasi ada rongga lain yang tercakup dalam budaya perusahaan yakni nilai, pola perilaku, tata cara, adat istiadat, tradisi dan sebagainya.

1.2 Terbentuknya Budaya Organisasi
Budaya organisasi mempunyai pengertian sebagai aturan main yang ada didalam perusahaan yang akan menjadi pegangan dari “masyarakat organisasi” dalam menjalankan kewajibannya dan nilai-nilai untuk berperilaku didalam organisasi tersebut.
Selanjutnya dibedakan pengertian konsep organization culture (budaya organisasi) dengan organization climate (iklim organisasi). Iklim mengukur apakah budaya tertentu cocok terhadap nilai pribadi tertentu dari individu organisasi. Bilamana para individu mau menerima budaya yang telah disosialisasikan itu, maka iklim organisasi dikatakan sehat. Sebaliknya akan terjadi sebuah paradoks bila individu tidak mau menerima budaya itu.
Pada umumnya, iklim organisasi bersifat teknis atau sementara, sedangkan budaya organisasi lebih kekal dan strategis. Pada hakekatnya budaya organisasi merupakan program mental kolektif yang bisa dirumuskan, diterapkan, dan dikembangkan dalam sebuah organisasi. Budaya merupakan satu set nilai, penuntun kepercayaan atau suatu hal, pengertian dan cara berfikir yang dipertemukan oleh para anggota organisasi dan diterima oleh anggota baru seutuhnya yang pada ujung pangkalnya adalah melengkapi para anggotanya dengan rasa (identitas) organisasi dan menimbulkan komitmen terhadap nilai-nilai yang dianut oleh organisasi. Beberapa unsur yang membentuk budaya organisasi antara lain:
1. Lingkungan organisasi; lingkungan demana organisasi itu beroperasi akan menentukan apa yang harus dikerjakan oleh organisasi tersebut untuk mencapai keberhasilan.
2. Nilai-nilai (values); merupakan konsep dasar dan keyakinan dari suatu organisasi.
3. Panutan atau keteladanan; orang-orang yang menjadi panutan atau teladan individu lainnya karena keberhasilannya.
4. Upacara-upacara (rites and ritual); acara-acara rutin yang diselenggarakan oleh organisasi dalam gambaran pola hubungan dengan individu organisasi.
5. “Network”, jaringan komunikasi informal didalam organisasi yang dapat menjadi sarana penyebaran nilai-nilai dari budaya organisasi.

Dalam proses pengembangannya, budaya organisasi dipengaruhi oleh faktor-faktor: kebijakan organisasi (organization wisdom), gaya organisasi (organization style), dan jati diri organisasi (organization identity).
Dengan kata lain, dahulu budaya organisasi adalah “akibat”, sekarang dijadikan sebagai “sebab”. Pernyataan yang masih tetap simetris dengan ini adalah budaya organisasi yang unggul akan menciptakan organisasi yagn sehat dengan “produktivitas” individu yang tinggi. Buday organisasi dikembangkan sedemikian rupa, sehingga mampu menjadi pemersatu dan cambuk gerak langkah anggota organisasi. Nilai-nilai yang itdak mendukung tujuan organisasi dibuang, sementara nilai-nilai yang mendukung tujuan organisasi dijadikan andalan daya dan merupakan intangible asset yang sangat berharga bagi organisasi.
Pada saat ini organisasi menjadi lebih memahami bahwa komponen-komponen budaya seperti adat istiadat (kebiasaan), tradisi, peraturan-peraturan (rules), aturan aturan (regulation), kebijaksanaan dan prosedur bisa membuat nuansa yang menyenangkan, sehingga proses gerak dari organisasi akan berjalan dengan sinergi.
Budaya bisa menjadi asset tetapi bisa juga menjadi beban (liability). Budaya merupakan suatu aset karena budaya mempermudah pengambilan keputusan dan pengendalian organisasi, dapat mempertinggi tingkat kerjasama dan komitmen didalam organisasi.
Ada tujuh dasar dari kehidupan perusahaan yabg dipengaruhi oleh aspek budaya perusahaan, yaitu: Kerja sama (coorporation), Pengambilan keputusan (decision making), Pengendalian (controlling), Komunikasi (communication), Komitmen (commitment), Persepsi (perception) dan Pembenaran perilaku (Justification of behaviour).

1.3 Budaya Organisasi di KURUSETRA
Berbicara tentang organisasi seni memang mengasyikan. Mengapa? Karena di dalam organisasi seni kita harus pintar-pintar memanajemeni organisasi tersebut supaya dapat mecapai tujuan dengan hasil yang maksimal.
Sebelum kita berbicara tentang organisasi seni, perlu kita kupas dahulu apa yang dimaksud dengan organisasi tersebut. Dapat didefinisikan secara umum bahwa organisasi adalah sebuah kelompok atau kumpulan individu-individu yang saling berinteraksi dan berkerjasama di dalam mencapai sebuah tujuan. Dari definisi secara umum tersebut, bila kita kaitkan dengan organisasi seni, berarti dapat dikatakan bahwa organisasi seni adalah kelompok atau kumpulan individu-individu yang mempunyai jiwa, minat, dan bakat berkesenian yang saling berinteraksi dan bekerja sama demi mancapai sebuah tujuan.
Didalam mencapai sebuah tujuan tentu perlu adanya kerja sama yang baik serta pembagian peran yang efektif. Yang paling penting adalah menyatukan aktivitas-aktivitas ke arah tujuan tertentu. Untuk itu diperlukan sebuah struktur kepengurusan dan job discription yang jelas untuk memanajemen sebuah organisasi kesenian tersebut supaya tujuan awal dari organisasi dapat tercapai dengan hasil yang maksimal.
1.3.1 Cara Memepertahankan Budaya Organisasi Di KURUSETRA
Mengurus sebuah organisasi seni penuh dengan seni itu sendiri. Mengapa? Karena yang kita coba untuk mengorganisasi adalah individu-individu yang rata-rata mempunyai sifat idealisme sendiri-sendiri dan rata-rata mempunyai jiwa bebas yang dalam artian tidak suka terkekang. Letak dari budaya organisasi ini adalah trik-trik khusus dan cara mengelola individu-individu tersebut untuk mencapai tujuan organisasi.
Cara atau trik-trik yang digunakan untuk mengikat loyalitas serta motivasi dari para anggota contohnya saja: kondisi anggota yang mengalami kejenuhan didalam organisasi sehingga terasa kreatifitas sedikit berhenti, maka disini para pengurus harus jeli untuk membaca situasi sehingga kondisi organisasi tidak mengalami staknasi. Alternatif jitu untuk mengatasi maslah tersebut adalah berwisata bersama-sama ke pantai atau ke gunung sehingga pikiran lebih fresh serta ide dan kreativitas tersebut dapat muncul kembali. Dalam mengemas acara tersebut diperlukan suatu pengorganisisran secara rapi, apik, dan dinamis serta tidak hanya sekedar berwisata saja tetapi juga sebagai ajang pembentukan kondisi baru yang lebih fresh ketika kembali ke dalam kesibukan berorganisasi.
1.3.2 Hubungan Dinamika Kelompok Dengan Manajemen Konflik
Dari segi bahasa kita dapat membagi dalam 2 bagian yaitu dinamika dan kelompok. Dinamika dapat diartikan dengan suatu usaha menjaga satu sama lain untuk menciptakan suatu suasana yang dinamis. Kelompok adalah sekumpulan individu yang memiliki minat dan tujuan yang sama antara satu sama lain sehingga dinamika kelompok dapat diartikan sebagai usaha menjaga keharmonisan hubungan antar individu dalam suatu kelompok.
Untuk menjaga kedinamisan dari suatu kelompok diperlukan suatu cara atau konsep agar dapat bersatu yaitu dengan cara manajemen isu dan manejemen konflik.
1. manajemen issue
dalam manajemen issue dapat dilakukann penyatuan ide dan tujuan melalui suatu issue yang kita gulirkan pada suatu masyarakat atau kelompok tertentu dengan tujuan yang nantinya akan terjadi pendapat yang pro atau kotra terhadap issue tersebut sehingga secara tidak langsung pendapat setiap orang akan suatu masalah akan keluar dan secara bertahap mereka akan saling bersosialisasi antara satu sama lain dimana nantinya tiap individu akan lebih mengenal karakter masing-masing individu dan memudahkan kita untuk lebih menyatu dalam suatu kelompok
2. manajemen konflik
dalam manajemen konflik merupakan lamjutan tahapan dari manajemen issue, karena setelah issue digulirkan pasti nantinya akan terjadi suatu konflik antara yang pro dan yang kontra terhadap issue tersebut, disinilah kita harus mampu memainkan peranan kita, bagaimana kita mengolah konflik yang terjadi sehingga tidak membawa kita ke arah perpecahan tetapi lebih pada menuju ke arah kesadaran akan posisi kita masing-masing dalam kelompok tersebut dan bagaimana kita harus menghormati antara satu sama lain.


komentar dari artikel di atas :

setelah saya baca artikel diatas, saya menyadari bahwa pentingnya budaya berorganisasi di lingkungan masyarakat kita, banyak disekitar kita yang menuntut terjalinnya berorganisasi. Entah di sekolah, kampus atau kantor membutuhkan tanggung jawab kita agar terjalinnya budaya untuk berorganisasi. Dan apabila kita telaah dari artikel diatas, barulah kita ketahui bahwa budaya berorganisasi sudah ada sejak jaman dulu. Dengan adanya sikap kita yang mau menerapkan budaya berorganisasi pastilah kita semua akan memiliki sikap tanggung jawab dimana pun kita berada, mandiri dan disiplin...

Sekian komentar saya.